Faedah turunnya Al-Qur’an secara bertahap dalam pendidikan dan pengajaran
                Proses belajar mengajar itu berlandaskan dua asas : perhatian terhadap tingkat pemikiran  pengembangan potensi akal, jiwa dan jasmaniyahnya dengan metode yang  dapat membwanya ke arah kebaikan dan keterbimbingan.
                Dalam hikmah turunnya Al-Qur’an secara bertahap itu kita melihat adanya suatu metode yang berfaedah bagi kita dalam mengaplikasikan kedua asas tersebut . Sebab turunnya Al-Qur’an itu telah meningkatkan pendidikan umat islam secara bertahap da bersifat alami untuk memperbaiki jiwa manusia, meluruskan prilakunya , membentuk kepribadian dan menyempurnakan eksisistensinya sehingga jiwa itu bertambah kokoh di atas pilar-pilar yang kokoh dan mendatangkan buah yang baik bgi kebaikan umat manusia seluruhnya dengan izin Tuhannya.
                Pertahapan turunnya Al-Qur’an itu merupakan bantuan yang paling baik bagi jiwa manusia dalam upaya menghafal Al-Qur’an , memahami, mempelajari, memikirkan makna-maknanya dan mengamalkan apa yang dikandungnya.
                Diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang turun pertama kali didapai perintah untuk membaca dan belajar dengan alat tulis (iqra’) QS: Al-Alaq 1-5 “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah yang mengajarkan manusia dengan pelantaraan kalam).


0


Dalam Al-Qur'an ada nama surah (An-Naml) yang artinya Semut . Bahkan didalam surat tersebut mengisahkan Nabi Sulaiman yang mendengar langsung ucapan semut, Subhanallah.
Disini ada karangan ulama kontemporer Harun Yahya dengan bukunya Dunia Semut,
Download 
dunia_semut
1). Hanafiyah
Mazhab yang mengikuti Imam Abu Hanifah (wafat 150 H = 767 M), seorang nasionalis, yang mendasarkan ajaran-ajarannya mengenai keputusan agama atas al-Qur'an dan as-Sunnah. Beliau tidak mengarang kitab sendiri, murid-murid beliaulah yang menyebarkan faham-faham beliau yang bebas itu dan mendirikan mazhab Hanafiyah. Para pengikut Hanafiyah sekarang banyak terdapat di Turki, Afghanistan, Asia Tengah, India dan Mesir.
2). Malikiyah
Mazhab yang mengikuti Imam Malik bin Anas (wafat 179 H = 795 M). Mazhab yang didirikan pada abad ke dua setelah Nabi Muhammad ini menunjukan kecendrungan kepada ucapan dan praktek Nabi Muhammad pada masa 10 tahun di Madinah. Para pengikut Malikiyah pada dewasa ini banyak terdapat di Afrika Utara, beberapa bagian di Mesir dan Sudan.
Bagi yang mau melihat beberapa karangan / buku-buku Islam disini bisa dilihat, mudah-mudahan ada manfaatnya.


*                  Tertawalah Mumpung Gratis
*                  Studi Kritis Pemahaman Islam
*                  Sketsa Hati, Hidup, Perjalanan Cinta
*                  Sistem Masyarakat Islam
*                  Sirah Nabawiyyah
                  Sejarah Islam Sesudah Rasulallah
**                  Sejarah
*                  Runtuhnya Teori Evolusi
*                  Rahasia
                  Petunjuk Sepanjang Jalan
**                  Moral
*                  Merenungi Ayat Inspirator
*                  Menjelajah Dunia Semut
*                  Menghafal Al-Qur’an
*                  Mengenal Islam
*                  Memahami Allah melalui Akal
*                  Melihat Kebaikan
*                  Kesempurnaan Seni Warna Ilahi
*                  Kebesaran Allah Disegenap Penjuru
                  Kata-kata Inspiratif Mario Teguh
*                  Hakikat Kesabaran
*                  Fiqh Zakat Yusuf Qardhawi
**                  Fakta Kontemporer Yusuf Qardhawi
*                  Fakta Ilmiah Keharaman Babi
*                  Dunia Semut.   Mengungkap Rahasia Al-Qur'an


Membaca


Membaca adalah jendela dunia, maka anjuran membaca mulai dari wahyu pertama dengan kata iqra, walaupun kata iqra tadi mempunyai beberapa makna, tapi yang salah satunya adalah membaca.
Bagi yang membutuhkan beberapa buku disini ada, walaupun hanya sedikit tapi mudah-mudahan bermanfaat


Kajian Buku-buku
Rasulullah SAW memuliakan anak dengan nama yang baik
Seringkali orang tidak mau mengerti tentang arti sebuah nama, sehingga mereka memberi nama anaknya disesuaikan dengan apa yang menjadi tren di zamannya, atau memberi nama anaknya disamakan dengan nama artis idolanya, atau diseuaikan dengan kesenangannya, disesuaikan dengan nama tempatnya, sukunya dan lainnya.
Di dalam ajaran Islam, memberi anak tidak boleh dilakukan dengan sembarangan atau asal ikut-ikutan. Sebab ada nama-nama tertentu yang haraam hukumnya dipakai untuk memberi nama anak, seperti Malik Al-Muluk, Hakim Al-Hukama, Qadhi Al-Qudhat dan lainnya yang mengarah pada pelecehan Asma Allah maupun tanda-tanda kebesaran agama-Nya.
Ada pula beberapa nama yang makruh dipakai untuk nama anak, misalnya nama neraka, seperti Jahanam, Wail, Lazha, dan Hawiyyah, atau nama yang dipandang buruk dari sudut agama, atau nama dari perbuatan kotor yang diharamkan syariat seperti Al-Zina, Sariq dan lain-lain. Karena nama-nama tersebut dikhawatirkan bisa mempengaruhi terhadap mental dan tingkah laku anak dikemudian hari.
Rasulullah Saw menganjukan memberi nama anak dengan nama yang baik, sedangkan nama paling utama adalah "MUHAMMAD". Mengingat begitu utamanya nama Muhammad sampai beliau bersabda " Ketika kalian memberi nama (kelak) dengan nama Muhammad, maka janganlah memukul dia dan janganlah melarang dia ". Rasulullah bersabda pula " Ketika kalian memberi nama Muhammad pada seorang anak, muliakanlah dia, luaskan (tempat duduk untuk) dirinya dalam majelis, dan jangan mencela perbuatannya."