- المقدمة
- الْكَلاَمُ وَمَا يَتَألَّفُ مِنْهُ
الْمُعْرَبُ وَالْمَبْنِي
الْنَّكِرَةُ وَالْمَعْرِفَةُ
الْعَلَمُ
اسْمُ الإِشَارَةِ
- الْمَوْصُوْل
الْمُعَرَّفُ بِأَدَاةِ الْتَّعْرِيْفِ
كَان وَأَخَوَاتُهَا
فَصْلٌ فِي مَا وَلاَ وَلاَتَ وَإِنْ الْمُشَبَّهَاتِ بِلَيْسَ
أَفْعَالُ الْمُقَارَبَةِ
إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا
لاَ الَّتِي لِنَفِيْ الْجِنْسِ
FIQH DAN ILMU FIQH
Fiqh atau hukum Islam adalah bidang ilmu yang paling banyak dipelajari oleh ulama Islam. Karena, Islam adalah agama yang berorientasi pada fiqh. Dalam arti, perilaku keseharian seorang muslim yang baik selalu berdasarkan rambu-rambu hukum Islam.
A. KITAB FIQH MADZHAB HANAFI
Daftar nama kitab-kitab fiqh madzhab Hanafi klasik antara lain sebagai berikut:
Fiqh atau hukum Islam adalah bidang ilmu yang paling banyak dipelajari oleh ulama Islam. Karena, Islam adalah agama yang berorientasi pada fiqh. Dalam arti, perilaku keseharian seorang muslim yang baik selalu berdasarkan rambu-rambu hukum Islam.
A. KITAB FIQH MADZHAB HANAFI
Daftar nama kitab-kitab fiqh madzhab Hanafi klasik antara lain sebagai berikut:
1.
Majma'
al-Anhar (مجمع الأنهر في شرح ملتقى الأبحر)
2.
Al
Ikhtiyar lita'lil al-Mukhtarاختيار لتعليل المختار )
3.
Al
Jauharah an Nayyirah (الجوهرة النيرة شرح مختصر القدوري)
4.
Nurul
Idhah (نور الإيضاح ونجاة الأرواح )
5.
Al
Ghrratul Munifah (الغرة المنيفة في تحقيق بعض مسائل الإمام أبي حنيفة)
6.
Al Bahr
al-Ra'iq (البحر الرائق شرح كنز الدقائق)
7.
Al
Mukhtar (المختار للفتوى)
1.
Bidayatul
Mujtahid (بداية المجتهد وكفاية المقتصد )
2.
At
Talqin fil Fiqh al Maliki (التلقين في الفقه المالكي)
3.
Adz
Dzakhirah fil Malikiyyah (الذخيرة في فروع المالكية)
4.
Al Kafi
(الكافي في فقه أهل المدينة المالكي)
5.
Al
Mudawwanah (المدونة)
1.
Al Umm
2.
Raudhah
at Thalibin wa Umdah al-Muftin (روضة الطالبين وعمدة المفتين)
3.
Mugni al
Muhtaj ila Makrifati Ma'ani Alfadzi al Minhaj ( مغني المحتاج إلي معرفة معاني ألفاظ المنهاج)
4.
Minhajut
Thalibin wa Umdatul Muttaqin (منهاج الطالبين وعمدة المتقين )
5.
Allubab
fi Fiqh al-Syafi'i (اللباب في الفقه الشافعي)
6.
Matnu
Abi Syuja' (متن أبي شجاع المسمى بـ «غاية الاختصار في الفقه»)
7.
Ghayatul
Bayan (غايـة البيـان شرح زبد ابن رسـلان)
8.
Mukhtasor
Al Muzanni (مختصر المزني)
9.
Al Bayan
fi Madzhab al Imam As-Syafi'i (البيان في مذهب الإمام الشافعي )
10.
Nihayatul
Matlab (نهاية المطلب في دراية المذهب )
11.
Umdatus
Salik (عمدة السالك وعدة الناسك )
12.
Syarh
al-Mahalli ala al-Minhaj (شرح المحلي على المنهاج )
13.
Ghayatu
Talkhis al Murad (غاية تلخيص المراد من فتاوى ابن زياد )
1.
Al Kafi
(الكافي في فقه الإمام المبجل أحمد بن حنبل)
2.
Al
Inshaf (الإنصاف في معرفة الراجح من الخلاف على مذهب الإمام أحمد بن حنبل)
3.
Syarh
Muntaha al-Iradat (شرح منتهى الإرادات )
4.
Mandzumat
al-Mufrodat (منظومة المفردات )
5.
Al
Mughni (المغني)
Faedah turunnya Al-Qur’an
secara bertahap dalam pendidikan dan pengajaran
Proses
belajar mengajar itu berlandaskan dua asas : perhatian terhadap tingkat
pemikiran pengembangan potensi akal,
jiwa dan jasmaniyahnya dengan metode yang
dapat membwanya ke arah kebaikan dan keterbimbingan.
Dalam
hikmah turunnya Al-Qur’an secara bertahap itu kita melihat adanya suatu metode
yang berfaedah bagi kita dalam mengaplikasikan kedua asas tersebut . Sebab
turunnya Al-Qur’an itu telah meningkatkan pendidikan umat islam secara bertahap
da bersifat alami untuk memperbaiki jiwa manusia, meluruskan prilakunya ,
membentuk kepribadian dan menyempurnakan eksisistensinya sehingga jiwa itu
bertambah kokoh di atas pilar-pilar yang kokoh dan mendatangkan buah yang baik
bgi kebaikan umat manusia seluruhnya dengan izin Tuhannya.
Pertahapan
turunnya Al-Qur’an itu merupakan bantuan yang paling baik bagi jiwa manusia
dalam upaya menghafal Al-Qur’an , memahami, mempelajari, memikirkan
makna-maknanya dan mengamalkan apa yang dikandungnya.
Diantara
ayat-ayat Al-Qur’an yang turun pertama kali didapai perintah untuk membaca dan
belajar dengan alat tulis (iqra’) QS: Al-Alaq 1-5 “Bacalah dengan menyebut
nama Tuhanmu yang telah menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah yang mengajarkan
manusia dengan pelantaraan kalam).
0
Dalam Al-Qur'an ada nama surah (An-Naml) yang artinya Semut . Bahkan didalam surat tersebut mengisahkan Nabi Sulaiman yang mendengar langsung ucapan semut, Subhanallah.
Disini ada karangan ulama kontemporer Harun Yahya dengan bukunya Dunia Semut,
Download
1). Hanafiyah
Mazhab yang mengikuti Imam Abu Hanifah (wafat 150 H = 767 M), seorang nasionalis, yang mendasarkan ajaran-ajarannya mengenai keputusan agama atas al-Qur'an dan as-Sunnah. Beliau tidak mengarang kitab sendiri, murid-murid beliaulah yang menyebarkan faham-faham beliau yang bebas itu dan mendirikan mazhab Hanafiyah. Para pengikut Hanafiyah sekarang banyak terdapat di Turki, Afghanistan, Asia Tengah, India dan Mesir.
2). Malikiyah
Mazhab yang mengikuti Imam Malik bin Anas (wafat 179 H = 795 M). Mazhab yang didirikan pada abad ke dua setelah Nabi Muhammad ini menunjukan kecendrungan kepada ucapan dan praktek Nabi Muhammad pada masa 10 tahun di Madinah. Para pengikut Malikiyah pada dewasa ini banyak terdapat di Afrika Utara, beberapa bagian di Mesir dan Sudan.
Bagi yang mau melihat beberapa karangan / buku-buku Islam disini bisa dilihat, mudah-mudahan ada manfaatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)





